Kamis, 15 Maret 2012

Laporan Praktikum Kimia reaksi reaksi kimia

I.                   Judul : Reaksi-Reaksi Kimia

II.                Tanggal percobaan: 11 Oktober 2011


III.             Tujuan percobaan
1.      Mempelajari jenis reaksi kimia secara matematis
2.      Mengamati tanda-tanda terjadinya reaksi
3.      Menulis persamaan reaksi dengan benar

IV.             Landasan teori
Adalima jenis reaksi kimia biasa yaitu:
Jenis pertama,ialah sintesi satu jenis senyawa menjadi dua zat atau lebih,jenis ini biasanya disebut reaksi pengabungan
                        A   +   Z                      AZ
Jenis kedua ialah reaksi penguraian,yaitu terpecahnya suatu senyawa menjadi dua zat atau lebih.
                        AZ                   A   +   Z
Jenis ketiga dinamakan reaksi penggantian,disini satu unsure menggantikan unsur lain dalam senyawa. Unsure yang digantikan  yang letaknya lebih bawah dalam deret elektromotif.
read more. .

( deret elektromotif yaitu: Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Zn, Fe,Cd, Ni, Sn , Pb, H, Cu, Hg, Ag, Au)
                        A   +   BZ                    AZ   +   B
Jenis keempat ialah reaksi penggantian rengkap,dalam reaksi penggantian rengkap,dua zat bertukar pasangan, artinya anion dari salah satu zat bertukar dengan anion dari senyawa lain.
                        AX   +   BZ                 AZ   +   BX
Jenis yang kelima adalah reaksi netralisasi,asam dan basa bereaksi membentuk garam dan air. Reaksi netralisasi sesungguhnya ialah jenis dari reaksi penggantian rangkap, dengan satu kation hydrogen dan satu kation hodroksida. Hydrogen dalam asam menetralkan hidroksida dalam basa untuk membentuk air.
Disamping kelima jenis reaksi tersebut, perlu dikaji reaksi oksidasi reduksi (redoks). Banyak logabereaksi dengan asam membentuk garam dari logam tersebut dan gas hydrogen. Beberapa logam teraktif dapat bereaksi dengan asam nitrat. Yang terjadi bukan gas hydrogen melainkan oksidasi dari nitrogen.
Ciri-ciri suatu zat mengalami reaksi-reaksi kimia,yaitu:
·         Terjadi perubahan warna
Pada reaksi kimia reaktan diubah menjadi produk.perubahan yang terjadi dapat disebabkan adanya pemutusan-pemutusan ikatan antar atom reaktan dan membentuk ikatan-ikatan baru yang membentuk produk. Untuk memutuskan ikatan dibutuhkan energi. Untuk membentuk ikatan yang baru dilepaskan sejumlah energy. Jadi, pada reaksi kimia terjadi perubahan energii.
 Reaksi kimia yang menghasilkan energy dalam bentuk panas disebut dengan reaksi eksotermis. Reaksi yang menyerap energy panas disebut dengan reaksi endotermis.
·         Terjadi perubahan suhu
Perubahan suhu di dalam suatu reaksi kimia adalah akibat dari adanya reaksi-reaksi pemutusan dan penggabungan ikatan-ikatan dari suatu atom sehingga menghasilkan panas.
·         Terjadi pembentukan endapan
Ketika kita mereaksikan dua larutan dalam sebuah tabung reaksi,kadang-kadang terbentuk suatu senyawa yang tidak larut,berbentuk padat,dan terpisah dari larutannya. Padatan itu disebut dengan dengan endapan(presipitat)
·         Terjadi pembentukan gas
Secara sederhana, dalam reaksi kimia adanya gas yang terbentuk ditunjukan dengan adanya gelembung-gelembung dalam larutan yang direaksikan. Adanya gas yang dapt diketahui dari baunya yang khas, seperti asam sulfide (H2S),dan ammonia (NH3) yang berbau busuk.
I.                   Alat dan Bahan
Ø  Alat
1.      Tabung reaksi
2.      Tungku kaki tiga
3.      Cawan petri
4.      Spatula
5.      Bunsen
6.      Segi tiga
7.      Pipet tetes
Ø  Bahan
1.      Indicator PP
2.      Serbuk magnesium(Mg)
3.      Kristal tembaga sulfat(CuSO4 5H2O)
4.      H3PO4 0.1 M
5.      NaOH 0.1 M
6.      HCl 0.1M
7.      H2SO4 0.1M


II.                Prosedur Percobaan

v  Reaksi penggabungan
Masukan seujung spatula logam magnesium bubuk (Mg),lalu bakar pada nyala Bunsen dan amati serta catat hasilnya.
v  Reaksi penguraian
Masukan seujung spatula Kristal tembaga sulfat (CuSO4 5H2O) kedam tabung reaksi,kemudin panaskan dengan nyala Bunsen. Amati dan catat hasilnya.

v  Reaksi netralisasi
a.       Masukan H3PO4 o,1 M sebanyak satu nili dengan menggunaka pipet tetes lalu masukan kedalam tabung reaksi. Setelah itu campurkan dengan indicator PP sebanyak satu tetes. Dan ditambah NaOH sebanyak 4 tetes kedalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Amati dan catat hasilnya.

untuk lebih jelasnya silahkan download disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar